Registrar domain adalah perusahaan atau penyedia layanan yang memfasilitasi pendaftaran dan pengelolaan nama domain untuk pengguna. Melalui registrar, pengguna dapat mencari ketersediaan domain, melakukan registrasi, memperpanjang masa aktif, mengatur informasi tertentu pada domain, mengganti nameserver, hingga melakukan transfer domain sesuai ketentuan yang berlaku.

Registrar menjadi penghubung antara pemilik atau pengguna domain dengan sistem registry yang mengelola ekstensi domain tertentu. Karena itu, ketika seseorang membeli atau mendaftarkan domain melalui penyedia layanan, proses registrasinya melibatkan infrastruktur dan aturan yang berlaku pada registry ekstensi tersebut.

Memahami fungsi registrar penting karena banyak pengaturan domain dilakukan dari sisi registrar, sedangkan konfigurasi website, email, dan DNS dapat berada pada sistem yang berbeda.

Apa Fungsi Registrar Domain?

Registrar menyediakan berbagai fungsi yang berkaitan dengan siklus pengelolaan nama domain.

Beberapa fungsi registrar antara lain:

  • Mendaftarkan nama domain yang masih tersedia.
  • Memproses perpanjangan masa aktif domain.
  • Mengelola informasi registrasi sesuai kebijakan yang berlaku.
  • Menyediakan pengaturan nameserver.
  • Mendukung transfer domain antarregistrar.
  • Menyediakan domain lock atau transfer lock.
  • Menyediakan kode otorisasi transfer jika diperlukan.
  • Menampilkan status dan tanggal penting terkait domain.
  • Menyediakan fitur keamanan akun sesuai layanan registrar.

Fitur yang tersedia dapat berbeda antara satu registrar dan registrar lainnya.

Apa Perbedaan Registrar dan Registry?

Registrar dan registry memiliki fungsi yang berbeda meskipun keduanya terlibat dalam sistem pendaftaran domain.

Registrar berinteraksi dengan pengguna yang ingin mendaftarkan dan mengelola domain.

Registry mengelola database dan infrastruktur untuk Top-Level Domain atau ekstensi tertentu.

Secara sederhana:

Pengguna
   ↓
Registrar
   ↓
Registry
   ↓
Database TLD

Registrar mengirimkan proses registrasi dan perubahan tertentu kepada registry sesuai protokol, kebijakan, dan ekstensi domain yang digunakan.

Contoh Sederhana Registrar dan Registry

Misalnya seseorang ingin mendaftarkan:

example.com

Pengguna melakukan pemesanan melalui registrar. Registrar kemudian berinteraksi dengan sistem registry yang mengelola namespace .com untuk memproses registrasi tersebut.

Pengguna tidak perlu berinteraksi langsung dengan infrastruktur registry untuk penggunaan domain sehari-hari karena sebagian besar pengelolaan dilakukan melalui registrar.

Apakah Registrar Sama dengan Penyedia Hosting?

Tidak selalu. Registrar domain dan penyedia hosting memiliki fungsi dasar yang berbeda.

Registrar menangani registrasi dan pengelolaan domain, sedangkan penyedia hosting menyediakan server dan sumber daya yang digunakan untuk menjalankan website, aplikasi, database, atau email.

Satu perusahaan dapat menyediakan kedua layanan sekaligus, sehingga pengguna dapat membeli domain dan hosting melalui satu penyedia. Namun, secara teknis domain dan hosting tetap merupakan layanan yang berbeda.

Penjelasan mengenai perbedaannya dapat dibaca pada artikel Perbedaan Hosting dan Domain.

Hubungan Registrar dengan Nameserver

Salah satu pengaturan penting yang biasanya tersedia pada registrar adalah nameserver domain.

Contohnya:

ns1.example.net
ns2.example.net

Nameserver tersebut digunakan dalam proses delegasi untuk menunjukkan layanan DNS authoritative yang bertanggung jawab terhadap domain.

Ketika menggunakan DNS dari penyedia hosting atau DNS provider tertentu, pengguna biasanya perlu memasukkan nameserver yang diberikan penyedia tersebut melalui panel registrar.

Apakah DNS Record Dikelola di Registrar?

Tergantung konfigurasi domain.

Jika domain menggunakan nameserver milik registrar dan registrar menyediakan DNS hosting, DNS Record dapat dikelola melalui panel registrar tersebut.

Namun, jika domain menggunakan nameserver dari provider lain, DNS Record biasanya dikelola pada provider yang menjadi authoritative untuk zona tersebut.

Contohnya:

Registrar:
Tempat domain terdaftar

Nameserver:
ns1.provider-dns.example
ns2.provider-dns.example

DNS Record:
Dikelola pada provider DNS tersebut

Karena itu, lokasi tempat membeli domain belum tentu sama dengan lokasi tempat DNS Record aktif dikelola.

Registrar dan Authoritative Nameserver

Registrar membantu menetapkan delegasi nameserver domain pada registry. Sementara itu, authoritative nameserver menyediakan DNS Record yang digunakan oleh domain.

Secara sederhana:

Registrar
   ↓
Menetapkan Nameserver
   ↓
Authoritative DNS
   ↓
A / AAAA / MX / TXT / CNAME / Record lainnya

Kesalahan memahami perbedaan ini sering menyebabkan pengguna mengubah DNS Record pada panel yang sebenarnya sudah tidak menjadi authoritative untuk domain.

Apa Itu WHOIS?

WHOIS adalah protokol dan layanan yang secara historis digunakan untuk memperoleh informasi registrasi domain dan sumber daya internet tertentu.

Informasi yang tersedia dapat mencakup:

  • Registrar domain.
  • Tanggal registrasi.
  • Tanggal kedaluwarsa.
  • Status domain.
  • Nameserver.
  • Informasi registrasi tertentu jika tersedia untuk publik.

Informasi pribadi registrant tidak selalu ditampilkan secara publik. Data yang tersedia bergantung pada registry, registrar, kebijakan privasi, jenis TLD, dan ketentuan yang berlaku.

Apa Itu RDAP?

RDAP atau Registration Data Access Protocol adalah protokol yang digunakan untuk mengakses data registrasi sumber daya internet dengan format yang lebih terstruktur dibandingkan WHOIS tradisional.

RDAP menggunakan mekanisme berbasis web dan data terstruktur sehingga lebih mudah diproses oleh aplikasi.

Secara umum, RDAP dapat memberikan informasi seperti:

  • Registrar.
  • Status domain.
  • Nameserver.
  • Tanggal registrasi dan perubahan.
  • Tanggal kedaluwarsa jika tersedia.
  • Informasi entitas sesuai kebijakan akses.

Perbedaan WHOIS dan RDAP

WHOIS merupakan protokol lama dengan format respons yang dapat berbeda-beda antarserver. RDAP dirancang dengan struktur data yang lebih standar dan mendukung mekanisme akses yang lebih modern.

Secara sederhana:

WHOIS → protokol registrasi tradisional
RDAP  → protokol registrasi berbasis web dan terstruktur

Keduanya berkaitan dengan informasi registrasi, bukan dengan isi website atau file hosting.

Apa Itu Status Domain?

Domain dapat memiliki status tertentu yang menunjukkan kondisi atau pembatasan pada registry maupun registrar.

Beberapa status dapat berkaitan dengan:

  • Transfer domain.
  • Perubahan domain.
  • Penghapusan domain.
  • Perpanjangan.
  • Kondisi administratif tertentu.

Arti status harus diperiksa berdasarkan kode status yang muncul karena setiap status memiliki fungsi tertentu.

Apa Itu Domain Lock?

Domain lock adalah mekanisme yang dapat digunakan untuk membatasi tindakan tertentu terhadap domain, terutama transfer tanpa izin.

Salah satu status yang umum dijumpai adalah:

clientTransferProhibited

Status tersebut biasanya menunjukkan bahwa domain sedang dikunci terhadap proses transfer pada level registrar.

Jika pemilik domain memang ingin melakukan transfer, lock biasanya perlu dilepas terlebih dahulu sesuai prosedur registrar.

Apa Itu Transfer Domain?

Transfer domain adalah proses memindahkan pengelolaan registrasi sebuah domain dari satu registrar ke registrar lainnya.

Transfer registrar tidak sama dengan memindahkan website atau hosting.

Contohnya:

Sebelum:
Domain → Registrar A
Hosting → Provider X

Sesudah transfer:
Domain → Registrar B
Hosting → Provider X

Dalam contoh tersebut, hosting tetap berada di Provider X. Yang berubah hanya registrar yang mengelola registrasi domain.

Apa yang Dibutuhkan untuk Transfer Domain?

Persyaratan transfer dapat berbeda berdasarkan ekstensi domain dan kebijakan yang berlaku. Secara umum, proses dapat melibatkan:

  • Domain memenuhi syarat untuk ditransfer.
  • Transfer lock telah dilepas jika diperlukan.
  • Kode otorisasi transfer tersedia jika digunakan oleh TLD tersebut.
  • Akses terhadap akun atau kontak yang diperlukan masih tersedia.
  • Domain tidak berada pada status yang mencegah transfer.

Untuk ekstensi tertentu, prosedurnya dapat berbeda sehingga pengguna sebaiknya mengikuti petunjuk registrar dan registry terkait.

Apa Itu EPP Code atau Authorization Code?

EPP Code atau Authorization Code adalah kode yang digunakan pada proses transfer banyak jenis domain sebagai salah satu mekanisme otorisasi.

Kode tersebut biasanya diperoleh dari registrar lama dan diberikan pada proses transfer ke registrar baru.

Authorization Code harus diperlakukan sebagai informasi sensitif karena dapat digunakan dalam proses pemindahan domain.

Apakah Transfer Domain Mengubah Nameserver?

Tidak selalu. Transfer registrar pada dasarnya memindahkan pengelolaan registrasi domain dan tidak harus mengubah nameserver yang sedang digunakan.

Jika nameserver tetap sama selama dan setelah proses transfer, website serta email pada umumnya dapat terus menggunakan DNS yang sama.

Namun, pengguna tetap perlu memeriksa konfigurasi domain setelah transfer selesai untuk memastikan delegasi nameserver tetap benar.

Apakah Transfer Domain Memindahkan File Website?

Tidak. Transfer domain tidak memindahkan file website, database, akun email, atau data hosting.

Transfer domain hanya berkaitan dengan pengelolaan registrasi domain.

Jika ingin memindahkan website ke hosting baru, proses migrasi hosting harus dilakukan secara terpisah.

Apa Itu Perpanjangan Domain?

Domain didaftarkan untuk periode tertentu dan perlu diperpanjang agar hak penggunaannya tetap aktif sesuai ketentuan ekstensi domain.

Perpanjangan biasanya dilakukan melalui registrar sebelum domain mencapai tanggal kedaluwarsa.

Pengguna sebaiknya tidak menunggu hingga hari terakhir karena kegagalan pembayaran, masalah akun, atau proses administratif dapat meningkatkan risiko domain memasuki masa kedaluwarsa.

Apa yang Terjadi Jika Domain Tidak Diperpanjang?

Siklus domain setelah kedaluwarsa bergantung pada TLD dan kebijakan registry. Domain dapat melalui beberapa tahap sebelum akhirnya tersedia kembali untuk didaftarkan pihak lain.

Pada domain tertentu, tahapan dapat mencakup:

Active
  ↓
Expired
  ↓
Grace Period
  ↓
Redemption
  ↓
Pending Delete
  ↓
Available

Urutan, nama tahap, durasi, dan kemungkinan pemulihan dapat berbeda untuk setiap ekstensi.

Apa Itu Redemption Period?

Redemption Period adalah fase tertentu setelah domain kedaluwarsa atau dihapus pada beberapa jenis TLD, ketika domain masih mungkin dipulihkan dengan prosedur tertentu.

Pemulihan pada tahap ini dapat memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan perpanjangan biasa.

Karena kebijakan setiap ekstensi dapat berbeda, pengguna sebaiknya tidak mengandalkan redemption sebagai metode perpanjangan domain.

Kenapa Website Tidak Aktif Setelah Mengganti Nameserver?

Jika website bermasalah setelah nameserver diganti melalui registrar, beberapa hal dapat diperiksa:

  • Pastikan nameserver ditulis dengan benar.
  • Pastikan zona DNS tersedia pada provider baru.
  • Pastikan A atau AAAA Record mengarah ke server yang benar.
  • Periksa MX Record jika email digunakan.
  • Periksa apakah perubahan delegasi sudah terlihat.
  • Pastikan DNSSEC tidak menggunakan DS Record lama yang tidak sesuai.

Kesalahan kecil pada perpindahan nameserver dapat mempengaruhi seluruh layanan yang bergantung pada DNS.

Contoh Troubleshooting: Domain Sudah Aktif tetapi Website Tidak Bisa Diakses

Misalnya domain sudah berstatus aktif di registrar tetapi website tidak dapat dibuka.

Langkah pertama adalah memisahkan masalah registrasi domain dari masalah DNS dan hosting.

Periksa nameserver:

dig example.com NS

Kemudian periksa alamat IP:

dig example.com A

Jika nameserver benar tetapi A Record tidak tersedia atau mengarah ke IP yang salah, masalah kemungkinan berada pada konfigurasi DNS dan bukan pada status registrasi domain.

Contoh Troubleshooting: DNS Diubah tetapi Tidak Berpengaruh

Jika DNS Record telah diubah melalui sebuah panel tetapi hasil query tidak berubah, periksa apakah panel tersebut mengelola authoritative DNS domain.

Gunakan:

dig example.com NS

Setelah authoritative nameserver diketahui, lakukan query langsung:

dig @ns1.example.net example.com A

Jika Anda mengubah record pada provider yang nameserver-nya tidak digunakan oleh domain, perubahan tersebut tidak akan menjadi jawaban authoritative.

Contoh Troubleshooting: Transfer Domain Tidak Bisa Dilakukan

Jika transfer gagal dimulai, periksa beberapa kemungkinan berikut:

  • Domain masih terkunci.
  • Authorization Code salah atau tidak berlaku.
  • Status domain mencegah transfer.
  • Domain belum memenuhi persyaratan transfer.
  • Terdapat pembatasan berdasarkan kebijakan TLD.
  • Proses konfirmasi belum diselesaikan.

Periksa status domain melalui registrar atau layanan registrasi yang sesuai sebelum mengulangi proses transfer.

Contoh Troubleshooting: Domain Aktif tetapi Email Bermasalah

Status domain aktif tidak menjamin konfigurasi email sudah benar.

Periksa MX Record:

dig example.com MX

Jika autentikasi email digunakan, periksa juga TXT Record yang berkaitan dengan SPF, DKIM, atau DMARC.

Dengan demikian, masalah email dapat dianalisis dari konfigurasi DNS tanpa langsung menganggap registrar mengalami gangguan.

Keamanan Akun Registrar

Akun registrar memiliki peran penting karena dapat memberikan akses terhadap pengaturan domain, termasuk nameserver dan proses transfer.

Beberapa langkah keamanan yang sebaiknya dipertimbangkan antara lain:

  • Gunakan password yang kuat dan unik.
  • Aktifkan autentikasi multi-faktor jika tersedia.
  • Jangan membagikan Authorization Code sembarangan.
  • Gunakan domain lock ketika tidak melakukan transfer.
  • Pastikan alamat email akun selalu dapat diakses.
  • Periksa notifikasi perubahan domain yang mencurigakan.
  • Batasi akses akun hanya kepada pihak yang memang membutuhkan.

Apa Hubungan Registrar dengan Domain Hijacking?

Pengambilalihan akun registrar dapat menjadi salah satu jalur terjadinya domain hijacking. Jika pihak tidak berwenang memperoleh kontrol atas akun, mereka dapat mencoba mengubah konfigurasi domain atau melakukan tindakan lain sesuai akses yang diperoleh.

Karena itu, keamanan akun registrar sama pentingnya dengan keamanan hosting dan website.

Untuk pembahasan khusus mengenai risiko tersebut, baca Apa Itu Domain Hijacking?.

Registrar, Registry, DNS Provider, dan Hosting

Keempat istilah tersebut sering dianggap sebagai layanan yang sama, padahal fungsinya berbeda.

Registry
   ↓
Mengelola namespace TLD

Registrar
   ↓
Mengelola registrasi domain untuk pengguna

DNS Provider
   ↓
Melayani zona dan DNS Record

Hosting Provider
   ↓
Menyediakan server dan sumber daya website

Satu perusahaan dapat menjalankan lebih dari satu peran, tetapi memahami perbedaannya sangat membantu ketika melakukan troubleshooting.

Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Domain

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Menganggap registrar dan hosting selalu sama.
  • Mengubah DNS pada provider yang bukan authoritative.
  • Mengganti nameserver tanpa menyalin DNS Record yang diperlukan.
  • Lupa memperpanjang domain.
  • Membiarkan akun registrar tanpa perlindungan tambahan.
  • Menganggap transfer domain otomatis memindahkan website.
  • Membagikan Authorization Code kepada pihak yang tidak berkepentingan.
  • Mengabaikan DNSSEC ketika berpindah DNS provider.

Kapan Perlu Menghubungi Registrar?

Registrar biasanya menjadi pihak yang tepat untuk dihubungi ketika masalah berkaitan dengan registrasi dan pengelolaan domain, seperti:

  • Domain tidak dapat diperpanjang.
  • Transfer domain mengalami masalah.
  • Authorization Code tidak tersedia.
  • Domain lock tidak dapat dilepas.
  • Nameserver tidak dapat diperbarui dari sisi registrasi.
  • Status domain bermasalah.
  • Akses akun registrar hilang.

Jika masalah hanya berkaitan dengan file website, database, atau resource server, penyedia hosting biasanya merupakan pihak yang lebih relevan.

Kesimpulan

Registrar domain adalah penyedia yang memfasilitasi pendaftaran dan pengelolaan nama domain untuk pengguna. Melalui registrar, domain dapat didaftarkan, diperpanjang, diatur nameserver-nya, dikunci, dan ditransfer sesuai kebijakan ekstensi yang digunakan.

Registrar berbeda dengan registry. Registrar berinteraksi dengan pengguna, sedangkan registry mengelola database dan infrastruktur sebuah Top-Level Domain. Registrar juga tidak selalu menjadi DNS provider atau penyedia hosting meskipun satu perusahaan dapat menyediakan seluruh layanan tersebut.

Memahami perbedaan registrar, registry, authoritative DNS, dan hosting membantu proses troubleshooting menjadi lebih tepat. Ketika terjadi masalah, pengguna dapat menentukan apakah sumbernya berada pada registrasi domain, delegasi nameserver, konfigurasi DNS, atau server hosting.

Pertanyaan Umum tentang Registrar Domain

Apa itu registrar domain?

Registrar domain adalah penyedia yang memfasilitasi pendaftaran dan pengelolaan nama domain untuk pengguna serta berinteraksi dengan sistem registry sesuai ekstensi domain yang digunakan.

Apa perbedaan registrar dan registry?

Registrar melayani pengguna dalam pendaftaran dan pengelolaan domain, sedangkan registry mengelola database dan infrastruktur untuk Top-Level Domain tertentu.

Apakah registrar sama dengan penyedia hosting?

Tidak selalu. Registrar mengelola registrasi domain, sedangkan hosting menyediakan server dan resource untuk website atau aplikasi. Satu perusahaan dapat menyediakan keduanya.

Apakah transfer domain memindahkan website?

Tidak. Transfer domain hanya memindahkan pengelolaan registrasi ke registrar lain. File website, database, dan layanan hosting tidak otomatis ikut berpindah.

Apakah transfer domain mengubah nameserver?

Tidak harus. Nameserver dapat tetap sama selama proses transfer, tergantung konfigurasi dan kebijakan layanan yang digunakan.

Apa fungsi Authorization Code?

Authorization Code atau EPP Code digunakan sebagai salah satu mekanisme otorisasi pada proses transfer untuk banyak jenis domain. Kode tersebut sebaiknya dijaga dan tidak dibagikan kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Apakah WHOIS dan RDAP sama?

Keduanya digunakan untuk mengakses informasi registrasi, tetapi RDAP menggunakan pendekatan berbasis web dengan data yang lebih terstruktur, sedangkan WHOIS merupakan protokol registrasi yang lebih lama.

  • 0 Users Found This Useful
Was this answer helpful?

Related Articles

Apa Itu Domain?

Domain adalah nama atau alamat unik yang digunakan untuk mengakses sebuah website di internet. Dengan domain, pengguna dapat membuka website menggunakan nama yang mudah...


Cara Membeli Domain

Membeli domain merupakan salah satu langkah pertama ketika ingin membuat website. Domain adalah alamat unik yang digunakan pengunjung untuk mengakses website, seperti...


Cara Menghubungkan Domain ke Hosting

Setelah membeli domain dan hosting, langkah berikutnya adalah menghubungkan domain ke hosting agar website dapat diakses menggunakan nama domain tersebut. Proses ini...


Cara Mengubah Nameserver Domain

Nameserver merupakan bagian penting dalam sistem DNS yang menentukan server DNS mana yang bertanggung jawab mengelola informasi sebuah domain. Mengubah nameserver biasanya...


Cara Mengarahkan Domain ke IP Server

Cara Mengarahkan Domain ke IP Server Mengarahkan domain ke IP server adalah proses menghubungkan nama domain dengan alamat IP server tempat website atau aplikasi berada....


Apabila ada pertanyaan terkait artikel Apa Itu Registrar Domain? Fungsi, Registry dan Transfer Domain, atau ingin request pembuatan artikel lain terkait dengan pembahasan Apa Itu Registrar Domain? Fungsi, Registry dan Transfer Domain, Silakan hubungi kami melalui Submit a Ticket


Kembali ke Halaman Knowledgebase