Setelah membeli domain dan hosting, langkah berikutnya adalah menghubungkan domain ke hosting agar website dapat diakses menggunakan nama domain tersebut.
Proses ini dilakukan dengan mengatur DNS (Domain Name System) domain agar mengarah ke server hosting. Cara yang paling umum adalah mengganti nameserver domain dengan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting.
Jika konfigurasi sudah benar, ketika pengunjung mengetikkan nama domain pada browser, sistem DNS akan mengarahkan permintaan tersebut ke server tempat website Anda disimpan.
Apa Itu Domain dan Hosting?
Sebelum melakukan konfigurasi, penting memahami perbedaan domain dan hosting.
| Domain | Hosting |
|---|---|
| Alamat website di internet | Server tempat website disimpan |
| Contoh: contohdomain.com | Tempat menyimpan file website dan database |
| Dikelola melalui registrar atau panel domain | Dikelola melalui panel hosting seperti cPanel |
Domain dan hosting dapat dibeli dari penyedia yang sama maupun berbeda. Jika dibeli dari penyedia berbeda, domain perlu diarahkan ke server hosting melalui DNS.
Apa yang Dibutuhkan Sebelum Menghubungkan Domain?
Pastikan beberapa informasi berikut sudah tersedia:
- Nama domain yang sudah terdaftar.
- Akun untuk mengelola domain.
- Akun hosting yang aktif.
- Nameserver dari penyedia hosting atau alamat IP server.
- Akses ke pengaturan DNS domain jika diperlukan.
Informasi nameserver biasanya diberikan ketika hosting berhasil dibuat. Contohnya:
ns1.examplehost.com
ns2.examplehost.com
Gunakan nameserver yang benar-benar diberikan oleh penyedia hosting Anda. Jangan menggunakan contoh nameserver di atas untuk website sebenarnya.
Cara Menghubungkan Domain ke Hosting dengan Nameserver
Mengubah nameserver merupakan metode yang paling sederhana jika seluruh pengelolaan DNS domain akan dilakukan melalui server hosting.
1. Login ke Akun Penyedia Domain
Masuk ke akun tempat domain didaftarkan. Cari menu seperti Domain, Manage Domain, DNS Management, atau Nameserver.
Nama menu dapat berbeda-beda tergantung registrar atau penyedia domain yang digunakan.
2. Buka Pengaturan Nameserver
Pilih domain yang ingin dihubungkan, kemudian cari pengaturan nameserver.
Biasanya tersedia pilihan untuk menggunakan nameserver bawaan registrar atau menggantinya dengan nameserver kustom.
3. Masukkan Nameserver Hosting
Ganti nameserver lama dengan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting.
Contoh:
Nameserver 1: ns1.examplehost.com
Nameserver 2: ns2.examplehost.com
Jika penyedia hosting memberikan lebih dari dua nameserver, masukkan seluruh nameserver sesuai instruksi yang diberikan.
4. Simpan Perubahan
Simpan konfigurasi nameserver. Setelah perubahan diterapkan, proses pembaruan DNS akan dimulai.
Perubahan tersebut tidak selalu langsung terlihat dari semua jaringan internet karena informasi DNS dapat tersimpan sementara dalam cache.
Cara Menghubungkan Domain ke Hosting dengan DNS Record
Selain mengganti nameserver, domain juga dapat diarahkan menggunakan DNS record. Metode ini berguna ketika Anda ingin tetap menggunakan DNS dari registrar atau layanan DNS tertentu.
A Record
A Record digunakan untuk mengarahkan nama domain ke alamat IPv4 server hosting.
Contohnya:
Type: A
Name: @
Value: 203.0.113.10
Alamat IP di atas hanya contoh. Gunakan IP server hosting yang diberikan oleh penyedia hosting Anda.
WWW Record
Untuk subdomain www, konfigurasi dapat menggunakan CNAME atau A Record sesuai konfigurasi DNS yang digunakan.
Contoh CNAME:
Type: CNAME
Name: www
Value: contohdomain.com
Konfigurasi DNS dapat berbeda tergantung struktur server dan layanan yang digunakan. Ikuti panduan DNS dari penyedia hosting jika tersedia.
Cara Menambahkan Domain di cPanel
Jika domain belum terdaftar sebagai domain website pada akun hosting, domain juga perlu ditambahkan ke cPanel sesuai jenis paket hosting yang digunakan.
1. Login ke cPanel
Masuk ke akun cPanel hosting menggunakan informasi login yang diberikan oleh penyedia hosting.
2. Buka Menu Domains
Cari menu Domains pada cPanel.
Pada versi cPanel tertentu, pengelolaan domain seperti addon domain, subdomain, dan pengaturan terkait dapat berada dalam menu Domains.
3. Tambahkan Domain
Masukkan nama domain yang ingin digunakan dan ikuti pengaturan yang tersedia pada akun hosting.
Jika hosting sudah otomatis menyediakan domain utama, langkah ini mungkin tidak diperlukan untuk domain utama tersebut.
4. Tentukan Document Root
Jika cPanel meminta document root, tentukan direktori tempat file website domain tersebut akan disimpan.
Contohnya:
public_html/
public_html/domain-baru/
Pastikan file website ditempatkan pada direktori yang sesuai dengan document root domain.
Bagaimana Mengetahui IP Hosting?
Alamat IP hosting biasanya dapat ditemukan pada informasi akun hosting atau cPanel.
Beberapa penyedia hosting menampilkan informasi seperti:
- Shared IP Address.
- Dedicated IP Address.
- Server IP Address.
- Nameserver.
Jika informasi tersebut tidak ditemukan, hubungi penyedia hosting untuk mendapatkan IP server atau nameserver yang benar.
Berapa Lama Domain Terhubung ke Hosting?
Setelah nameserver atau DNS record diubah, perubahan tidak selalu langsung terlihat di seluruh internet.
Hal ini terjadi karena DNS menggunakan sistem cache dan setiap resolver dapat memperbarui informasi pada waktu yang berbeda.
Karena itu, website mungkin sudah dapat diakses dari sebagian jaringan tetapi belum dapat diakses dari jaringan lainnya.
Apa Itu Propagasi DNS?
Propagasi DNS adalah proses ketika perubahan informasi DNS mulai diketahui dan digunakan oleh berbagai DNS resolver di internet.
Waktu yang dibutuhkan dapat berbeda-beda tergantung TTL, resolver DNS, registrar, konfigurasi DNS, dan cache yang masih tersimpan.
Selama proses ini, hasil akses domain dapat berbeda antara satu jaringan dan jaringan lainnya.
Apakah Domain Langsung Menggunakan HTTPS?
Belum tentu. Menghubungkan domain ke hosting dan mengaktifkan HTTPS merupakan dua proses yang berkaitan tetapi berbeda.
Setelah domain sudah mengarah ke server hosting, Anda perlu memastikan sertifikat SSL/TLS telah tersedia dan terpasang dengan benar agar website dapat diakses menggunakan:
https://contohdomain.com
Pada banyak layanan hosting modern, SSL dapat disediakan atau diaktifkan melalui panel hosting. Metode pemasangannya bergantung pada layanan hosting yang digunakan.
Cara Memastikan Domain Sudah Terhubung
Setelah konfigurasi selesai, lakukan beberapa pemeriksaan berikut:
- Buka domain menggunakan browser.
- Periksa apakah website yang tampil berasal dari hosting yang benar.
- Pastikan DNS mengarah ke IP atau nameserver yang sesuai.
- Periksa versi www dan non-www.
- Periksa apakah HTTPS sudah aktif.
- Pastikan tidak ada kesalahan DNS atau konfigurasi server.
Masalah yang Sering Terjadi Saat Menghubungkan Domain
Domain Masih Menampilkan Halaman Lama
Hal ini dapat terjadi karena cache DNS masih menyimpan informasi sebelumnya. Tunggu proses pembaruan DNS atau coba akses menggunakan jaringan yang berbeda.
Website Menampilkan DNS Error
Periksa nameserver atau DNS record. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan dan record mengarah ke server yang benar.
Domain Sudah Benar tetapi Website Tidak Muncul
Periksa apakah domain sudah ditambahkan pada hosting dan apakah file website berada di document root yang benar.
Website Menampilkan Error 403
Error 403 dapat berkaitan dengan permission file, konfigurasi server, aturan .htaccess, atau pengaturan keamanan hosting. Periksa konfigurasi website dan permission file serta folder.
Website Menampilkan Error 404
Error 404 menunjukkan bahwa resource atau halaman yang diminta tidak ditemukan. Periksa document root, file website, konfigurasi URL, dan aturan rewrite.
HTTPS Belum Aktif
Pastikan domain sudah mengarah ke server hosting dan sertifikat SSL/TLS sudah diterbitkan serta terpasang untuk domain tersebut.
Domain dan Hosting Berbeda Provider
Tidak masalah jika domain dan hosting dibeli dari perusahaan yang berbeda.
Contohnya:
| Layanan | Penyedia |
|---|---|
| Domain | Registrar A |
| Hosting | Provider Hosting B |
Dalam kondisi tersebut, domain cukup diarahkan ke hosting menggunakan nameserver atau DNS record yang diberikan oleh provider hosting.
Perbedaan Nameserver dan A Record
| Nameserver | A Record |
|---|---|
| Mengarahkan pengelolaan DNS ke nameserver tertentu | Mengarahkan hostname tertentu ke alamat IPv4 |
| Lebih sederhana untuk pengguna hosting biasa | Memberikan kontrol DNS yang lebih spesifik |
| Cocok jika DNS dikelola oleh provider hosting | Cocok jika DNS tetap dikelola pada layanan DNS tertentu |
Tips Sebelum Mengubah DNS Domain
- Catat konfigurasi DNS lama jika domain sudah digunakan.
- Pastikan nameserver hosting sudah benar.
- Jangan menghapus record penting tanpa mengetahui fungsinya.
- Periksa konfigurasi email sebelum mengganti nameserver.
- Pastikan domain masih aktif dan tidak expired.
- Periksa konfigurasi SSL setelah domain mengarah ke hosting.
Perhatikan Email Saat Mengganti Nameserver
Perubahan nameserver dapat memengaruhi layanan email jika konfigurasi DNS email sebelumnya tidak ikut tersedia pada DNS baru.
Jika domain digunakan untuk email seperti:
[email protected]
pastikan record email seperti MX, SPF, DKIM, dan konfigurasi lain yang diperlukan tetap tersedia pada DNS yang aktif.
Hal ini penting terutama jika email domain menggunakan layanan terpisah dari hosting website.
Kesimpulan
Cara menghubungkan domain ke hosting pada dasarnya dilakukan dengan mengarahkan DNS domain ke server hosting. Cara paling sederhana adalah mengganti nameserver domain menggunakan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting.
Alternatif lainnya adalah menggunakan DNS record seperti A Record dan CNAME jika pengelolaan DNS tetap dilakukan pada layanan DNS tertentu.
Setelah konfigurasi DNS selesai, pastikan domain sudah ditambahkan ke hosting, document root sudah benar, website berada pada direktori yang sesuai, dan SSL/TLS telah dikonfigurasi agar website dapat diakses dengan aman menggunakan HTTPS.
FAQ Cara Menghubungkan Domain ke Hosting
Bagaimana cara menghubungkan domain ke hosting?
Cara paling umum adalah mengganti nameserver domain dengan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting. Alternatifnya, domain dapat diarahkan menggunakan DNS record seperti A Record dan CNAME.
Apakah domain dan hosting harus dibeli dari provider yang sama?
Tidak. Domain dan hosting dapat dibeli dari provider yang berbeda selama DNS domain dapat dikonfigurasi untuk mengarah ke server hosting.
Di mana saya mendapatkan nameserver hosting?
Nameserver biasanya tersedia pada informasi akun hosting, email aktivasi hosting, atau panel hosting. Jika tidak tersedia, hubungi penyedia hosting.
Berapa lama DNS domain terhubung ke hosting?
Perubahan DNS dapat membutuhkan waktu karena adanya cache dan proses pembaruan pada berbagai DNS resolver. Waktu aktual dapat berbeda tergantung konfigurasi DNS dan jaringan yang digunakan.
Apakah mengganti nameserver akan menghapus website?
Mengganti nameserver tidak secara langsung menghapus file website pada hosting. Namun, perubahan DNS dapat membuat domain menunjuk ke server yang berbeda sehingga website yang tampil dapat berubah.
Apakah mengganti nameserver bisa membuat email tidak berfungsi?
Bisa, terutama jika record DNS email seperti MX tidak tersedia pada DNS baru. Sebelum mengganti nameserver, pastikan konfigurasi email tetap tersedia dan benar.
Apa yang harus dilakukan jika domain masih belum bisa dibuka?
Periksa nameserver atau DNS record, status domain, konfigurasi domain pada hosting, document root, dan propagasi DNS. Jika semua sudah benar, tunggu pembaruan DNS atau hubungi provider domain dan hosting.
Apakah setelah domain terhubung otomatis menggunakan HTTPS?
Tidak selalu. Domain harus mengarah ke hosting terlebih dahulu, kemudian sertifikat SSL/TLS perlu tersedia dan dikonfigurasi untuk domain tersebut.
Apa perbedaan nameserver dan A Record?
Nameserver menentukan server DNS yang mengelola informasi DNS suatu domain, sedangkan A Record digunakan untuk mengarahkan hostname ke alamat IPv4 tertentu.
