Nameserver merupakan bagian penting dalam sistem DNS yang menentukan server DNS mana yang bertanggung jawab mengelola informasi sebuah domain. Mengubah nameserver biasanya dilakukan ketika ingin mengarahkan domain ke hosting baru atau memindahkan pengelolaan DNS ke penyedia layanan lain.
Proses mengubah nameserver sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu masuk ke panel tempat domain didaftarkan, mengganti nameserver lama dengan nameserver baru, kemudian menyimpan perubahan.
Namun, sebelum mengganti nameserver, penting memahami dampaknya terhadap website, email, subdomain, dan DNS record lainnya.
Apa Itu Nameserver?
Nameserver adalah server DNS yang menyimpan dan menyediakan informasi DNS untuk sebuah domain.
Ketika seseorang mengakses sebuah domain, sistem DNS akan mencari informasi yang diperlukan untuk menentukan ke mana permintaan tersebut harus diarahkan.
Contoh nameserver:
ns1.examplehost.com
ns2.examplehost.com
Nama nameserver di atas hanya contoh. Untuk domain sebenarnya, gunakan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting atau layanan DNS yang digunakan.
Kapan Nameserver Perlu Diubah?
Perubahan nameserver biasanya dilakukan dalam beberapa kondisi berikut:
- Menghubungkan domain ke hosting baru.
- Memindahkan website ke provider hosting lain.
- Memindahkan pengelolaan DNS ke penyedia DNS tertentu.
- Mengganti server atau infrastruktur hosting.
- Menggunakan layanan DNS eksternal.
Persiapan Sebelum Mengubah Nameserver
Sebelum melakukan perubahan, pastikan Anda memiliki akses ke akun pengelolaan domain dan mengetahui nameserver baru yang akan digunakan.
Siapkan informasi berikut:
- Nama domain yang akan diubah.
- Akses ke akun registrar atau penyedia domain.
- Nameserver baru.
- Akses ke hosting jika domain akan diarahkan ke hosting.
- Informasi DNS record lama jika domain sudah digunakan untuk layanan lain.
Contoh nameserver dari provider hosting:
ns1.examplehost.com
ns2.examplehost.com
Jangan mengganti nameserver hanya berdasarkan contoh. Pastikan nameserver yang digunakan sesuai dengan informasi resmi dari penyedia layanan.
Cara Mengubah Nameserver Domain
1. Login ke Panel Domain
Masuk ke akun tempat domain Anda didaftarkan.
Cari menu yang berkaitan dengan pengelolaan domain, misalnya My Domains, Domain Management, Manage Domain, atau nama menu lain yang serupa.
2. Pilih Domain yang Akan Diubah
Pilih domain yang ingin diarahkan ke nameserver baru.
Pastikan domain yang dipilih sudah benar, terutama jika Anda memiliki beberapa domain dalam satu akun.
3. Buka Pengaturan Nameserver
Cari menu Nameserver, DNS Management, atau Change Nameservers.
Beberapa penyedia domain mungkin menggunakan istilah yang berbeda, tetapi fungsinya tetap sama, yaitu mengatur nameserver domain.
4. Pilih Custom Nameserver
Jika tersedia pilihan nameserver bawaan dan custom nameserver, pilih opsi Custom Nameserver atau opsi yang memungkinkan Anda memasukkan nameserver sendiri.
5. Masukkan Nameserver Baru
Masukkan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting.
Contohnya:
Nameserver 1: ns1.examplehost.com
Nameserver 2: ns2.examplehost.com
Jika provider memberikan nameserver tambahan, masukkan sesuai instruksi yang diberikan.
6. Simpan Perubahan
Setelah semua nameserver benar, simpan perubahan.
Panel domain mungkin meminta konfirmasi sebelum perubahan diterapkan. Periksa kembali nameserver sebelum menyetujui perubahan.
Contoh Perubahan Nameserver
Misalnya sebelumnya domain menggunakan:
ns1.providerlama.com
ns2.providerlama.com
Kemudian hosting baru memberikan:
ns1.providerbaru.com
ns2.providerbaru.com
Maka nameserver domain perlu diubah menjadi:
ns1.providerbaru.com
ns2.providerbaru.com
Setelah perubahan tersimpan, DNS domain secara bertahap akan menggunakan nameserver baru.
Apakah Mengubah Nameserver Sama dengan Mengubah DNS Record?
Tidak sama.
Mengubah nameserver berarti mengubah server DNS yang menjadi sumber informasi DNS domain. Sementara itu, mengubah DNS record berarti mengubah informasi tertentu yang dikelola oleh DNS, seperti A Record, CNAME, MX, TXT, dan record lainnya.
| Nameserver | DNS Record |
|---|---|
| Menentukan server DNS yang mengelola domain | Menentukan konfigurasi DNS tertentu |
| Contoh: ns1.examplehost.com | Contoh: A Record ke alamat IP server |
| Diubah pada pengaturan domain | Dikelola pada DNS manager |
Apa yang Terjadi Setelah Nameserver Diubah?
Setelah nameserver diganti, resolver DNS di berbagai jaringan akan mulai memperbarui informasi mengenai domain tersebut.
Selama proses ini, sebagian pengguna mungkin sudah diarahkan ke server baru, sedangkan sebagian lainnya masih mendapatkan informasi DNS lama karena cache.
Proses tersebut dikenal sebagai propagasi DNS.
Berapa Lama Perubahan Nameserver?
Perubahan nameserver tidak selalu langsung terlihat di semua jaringan. Waktu pembaruan dapat berbeda tergantung registrar, registri domain, TTL, DNS resolver, cache, dan konfigurasi layanan DNS.
Karena itu, setelah mengubah nameserver sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa konfigurasi gagal hanya karena domain belum dapat diakses dari satu jaringan.
Cara Mengecek Nameserver Domain
Setelah melakukan perubahan, nameserver dapat diperiksa menggunakan layanan pengecekan DNS atau melalui perintah DNS pada komputer.
Contoh menggunakan nslookup:
nslookup -type=NS contohdomain.com
Perintah tersebut dapat digunakan untuk melihat nameserver yang terdeteksi untuk domain.
Alternatif lainnya adalah menggunakan perintah dig:
dig NS contohdomain.com
Hasil pemeriksaan dapat membantu memastikan apakah domain sudah menggunakan nameserver yang diinginkan.
Apakah Mengubah Nameserver Menghapus Website?
Tidak. Mengubah nameserver tidak menghapus file website yang berada pada server hosting lama maupun server hosting baru.
Namun, perubahan nameserver menentukan ke mana domain diarahkan. Jika nameserver baru mengarah ke server yang belum memiliki website, pengunjung dapat melihat halaman kosong, halaman default hosting, atau error.
Karena itu, pastikan website sudah siap pada server tujuan sebelum melakukan perubahan DNS.
Dampak Mengubah Nameserver terhadap Email
Bagian ini sangat penting jika domain digunakan untuk email.
Jika DNS baru tidak memiliki konfigurasi email yang diperlukan, layanan seperti:
[email protected]
[email protected]
[email protected]
dapat mengalami gangguan.
Sebelum mengganti nameserver, pastikan DNS baru sudah memiliki record yang diperlukan, terutama MX Record dan record pendukung email seperti SPF, DKIM, serta konfigurasi lain sesuai layanan email yang digunakan.
Bagaimana Jika Website dan Email Menggunakan Server Berbeda?
Website dan email tidak harus berada pada server yang sama.
Contohnya:
| Layanan | Server |
|---|---|
| Website | Hosting A |
| Mail Server B |
Dalam kondisi tersebut, DNS harus dikonfigurasi dengan benar agar record website dan email masing-masing mengarah ke layanan yang sesuai.
Jika menggunakan nameserver baru, pastikan seluruh DNS record yang dibutuhkan sudah dibuat pada DNS provider baru.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengubah Nameserver
Salah Memasukkan Nameserver
Kesalahan satu karakter pada nameserver dapat menyebabkan domain tidak dapat menemukan DNS server yang benar. Salin nameserver langsung dari informasi provider dan periksa kembali sebelum menyimpan.
Mengubah Nameserver Tanpa Menyiapkan DNS
Jika DNS pada nameserver baru belum dikonfigurasi, website dan layanan lain yang menggunakan domain dapat mengalami gangguan.
Lupa Konfigurasi Email
Jika domain digunakan untuk email, pastikan MX dan record email lainnya tersedia pada DNS yang baru.
Menganggap DNS Langsung Berubah di Semua Jaringan
Perubahan DNS membutuhkan proses pembaruan dan cache dapat membuat hasil berbeda untuk sementara waktu.
Menghapus Record Lama Terlalu Cepat
Jika sedang melakukan migrasi, sebaiknya pastikan konfigurasi DNS baru sudah benar sebelum layanan lama dihentikan.
Tips Aman Mengubah Nameserver
- Pastikan domain yang dipilih benar.
- Catat nameserver lama sebelum melakukan perubahan.
- Simpan konfigurasi DNS penting sebelum migrasi.
- Pastikan nameserver baru diberikan oleh provider yang terpercaya.
- Pastikan website sudah tersedia pada server tujuan.
- Periksa konfigurasi email sebelum mengganti nameserver.
- Jangan mengubah banyak konfigurasi DNS sekaligus tanpa memahami dampaknya.
- Setelah perubahan, lakukan pengecekan DNS dan website.
Jika Domain Belum Terhubung Setelah Nameserver Diubah
Jika domain masih belum mengarah ke hosting setelah perubahan nameserver, periksa beberapa hal berikut:
- Pastikan nameserver yang dimasukkan benar.
- Pastikan domain masih aktif.
- Pastikan nameserver dapat digunakan dan tidak mengalami masalah.
- Pastikan domain sudah ditambahkan pada hosting.
- Pastikan website berada pada document root yang benar.
- Periksa status DNS menggunakan tools DNS.
- Coba akses domain dari jaringan berbeda.
- Periksa konfigurasi SSL setelah DNS mengarah ke server baru.
Apakah Nameserver Bisa Dikembalikan?
Bisa. Jika diperlukan, nameserver dapat diubah kembali ke nameserver sebelumnya selama domain masih dapat dikelola dan nameserver lama masih tersedia.
Namun, perubahan kembali juga membutuhkan proses pembaruan DNS. Karena itu, lakukan perubahan dengan hati-hati dan simpan catatan konfigurasi sebelumnya.
Nameserver untuk Hosting cPanel
Pada layanan hosting berbasis cPanel, provider biasanya memberikan dua atau lebih nameserver yang digunakan untuk mengarahkan domain ke server hosting.
Contohnya:
ns1.examplehost.com
ns2.examplehost.com
Setelah nameserver diterapkan pada domain, pastikan domain sudah tersedia pada akun cPanel dan DNS server hosting telah dikonfigurasi dengan benar.
Kesimpulan
Cara mengubah nameserver domain dilakukan dengan masuk ke panel tempat domain didaftarkan, membuka pengaturan nameserver, mengganti nameserver lama dengan nameserver baru, kemudian menyimpan perubahan.
Nameserver baru harus berasal dari penyedia hosting atau layanan DNS yang memang akan digunakan. Setelah perubahan dilakukan, diperlukan waktu bagi informasi DNS untuk diperbarui pada berbagai resolver internet.
Jika domain digunakan untuk website sekaligus email, jangan lupa memastikan seluruh DNS record yang diperlukan sudah tersedia pada nameserver baru. Dengan persiapan yang benar, perpindahan nameserver dapat dilakukan dengan aman tanpa mengganggu layanan domain.
FAQ Cara Mengubah Nameserver Domain
Apa fungsi nameserver pada domain?
Nameserver menentukan server DNS yang bertanggung jawab menyediakan informasi DNS untuk sebuah domain, termasuk informasi yang digunakan untuk mengarahkan domain ke server website atau layanan lainnya.
Bagaimana cara mengubah nameserver domain?
Login ke panel penyedia domain, pilih domain yang akan diubah, buka pengaturan nameserver, masukkan nameserver baru dari provider hosting atau DNS, kemudian simpan perubahan.
Di mana mendapatkan nameserver hosting?
Nameserver biasanya diberikan oleh provider hosting melalui email aktivasi, informasi akun hosting, atau panel hosting. Jika tidak ditemukan, hubungi provider hosting.
Apakah mengubah nameserver akan menghapus website?
Tidak. Mengubah nameserver tidak menghapus file website. Namun, domain akan mulai menggunakan DNS dari nameserver baru sehingga website yang ditampilkan bergantung pada konfigurasi server tujuan.
Berapa lama perubahan nameserver bekerja?
Perubahan nameserver dapat membutuhkan waktu untuk terlihat di berbagai jaringan karena adanya cache dan proses pembaruan DNS. Waktunya dapat berbeda tergantung konfigurasi dan resolver DNS.
Apakah mengganti nameserver dapat membuat email tidak berfungsi?
Bisa jika DNS baru tidak memiliki konfigurasi email yang diperlukan. Pastikan MX Record serta record email lainnya sudah tersedia pada DNS yang aktif.
Apakah nameserver sama dengan DNS?
Nameserver merupakan bagian dari sistem DNS. Nameserver menunjuk ke server yang menyediakan informasi DNS untuk domain, sedangkan DNS mencakup sistem dan berbagai record yang digunakan untuk menerjemahkan nama domain menjadi informasi jaringan.
Bagaimana cara mengecek nameserver domain?
Nameserver dapat diperiksa menggunakan layanan pengecekan DNS atau perintah seperti nslookup -type=NS contohdomain.com dan dig NS contohdomain.com.
Apakah nameserver bisa dikembalikan ke konfigurasi lama?
Bisa selama nameserver lama masih tersedia dan domain masih dapat dikelola. Setelah dikembalikan, perubahan DNS tetap membutuhkan waktu untuk diperbarui pada berbagai resolver.
