DNS Resolver adalah komponen yang menerima permintaan pencarian DNS dari perangkat atau aplikasi lalu membantu menemukan jawaban yang dibutuhkan, seperti alamat IP sebuah domain. Resolver dapat menggunakan data yang sudah tersedia dalam cache atau melakukan proses pencarian ke server DNS lain jika informasi tersebut belum tersedia.

Dalam penggunaan sehari-hari, perangkat pengguna biasanya tidak melakukan seluruh proses pencarian DNS langsung ke root server, TLD server, dan authoritative nameserver. Perangkat mengirimkan permintaan kepada resolver, kemudian resolver menangani proses pencarian tersebut.

Resolver dapat disediakan oleh ISP, perusahaan, jaringan lokal, sistem operasi, atau layanan public DNS. Contohnya adalah resolver yang digunakan oleh jaringan internet maupun layanan DNS publik.

Apa Fungsi DNS Resolver?

Fungsi utama DNS Resolver adalah membantu aplikasi menemukan informasi DNS yang dibutuhkan tanpa harus melakukan seluruh proses pencarian sendiri.

Beberapa fungsi DNS Resolver antara lain:

  • Menerima query DNS dari client.
  • Memeriksa apakah jawaban tersedia di cache.
  • Melakukan pencarian DNS jika data belum tersedia.
  • Menghubungi root server, TLD server, dan authoritative nameserver jika diperlukan.
  • Menyimpan jawaban DNS sementara sesuai TTL.
  • Mengembalikan hasil query kepada client.
  • Pada resolver tertentu, melakukan validasi DNSSEC.

Bagaimana Cara Kerja DNS Resolver?

Ketika pengguna membuka sebuah domain, aplikasi atau sistem operasi mengirimkan query DNS kepada resolver yang digunakan.

Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Browser / Aplikasi
        ↓
DNS Resolver
        ↓
Periksa Cache
        ↓
Jika belum ada jawaban
        ↓
Root DNS Server
        ↓
TLD DNS Server
        ↓
Authoritative Nameserver
        ↓
DNS Record
        ↓
DNS Resolver
        ↓
Client

Jika jawaban sudah tersedia dalam cache dan masih valid, resolver dapat langsung mengembalikan informasi tersebut tanpa melakukan seluruh proses pencarian.

Apa Itu Recursive DNS Query?

Recursive query adalah jenis permintaan ketika client meminta resolver memberikan jawaban akhir terhadap query DNS.

Client tidak perlu mengetahui bagaimana resolver memperoleh jawaban tersebut. Resolver bertanggung jawab mencari informasi yang diperlukan atau memberikan status bahwa informasi tidak dapat ditemukan.

Contoh sederhana:

Client:
"Berapa alamat IP example.com?"

Resolver:
"Saya akan mencarinya dan memberikan jawaban akhir."

Dalam praktik penggunaan internet, perangkat pengguna biasanya mengirim recursive query kepada recursive resolver.

Apa Itu Iterative DNS Query?

Iterative query adalah proses ketika server DNS memberikan jawaban terbaik yang dimilikinya, yang dapat berupa jawaban langsung atau referensi ke server DNS lain yang lebih dekat dengan informasi yang dicari.

Contohnya, root server tidak harus mengetahui alamat IP akhir dari example.com. Root server dapat memberikan informasi mengenai nameserver untuk TLD .com.

Resolver kemudian melanjutkan query ke server berikutnya.

Secara sederhana:

Resolver → Root:
"Di mana example.com?"

Root:
"Tanyakan ke server .com"

Resolver → TLD .com:
"Di mana example.com?"

TLD:
"Tanyakan ke authoritative nameserver example.com"

Resolver → Authoritative Nameserver:
"Berapa A Record example.com?"

Authoritative Nameserver:
"192.0.2.10"

Perbedaan Recursive dan Iterative Query

Recursive dan iterative query memiliki pola kerja yang berbeda.

  • Recursive query meminta server memberikan jawaban akhir.
  • Iterative query memungkinkan server memberikan referensi ke server DNS lain.

Pada penggunaan umum, client melakukan recursive query ke resolver, sedangkan resolver menggunakan serangkaian query iterative untuk menemukan jawaban dari hierarki DNS.

Alur DNS Resolver dari Root ke Authoritative Nameserver

Jika jawaban belum berada dalam cache, resolver dapat mengikuti hierarki DNS secara bertahap.

1. Query ke Root DNS Server

Root DNS Server berada pada tingkat tertinggi dalam hierarki DNS. Root tidak menyimpan seluruh DNS Record untuk semua domain, tetapi mengetahui tempat menemukan nameserver untuk berbagai Top-Level Domain.

Misalnya resolver mencari:

www.example.com

Root dapat memberikan referensi ke nameserver untuk:

.com

2. Query ke TLD Nameserver

Resolver kemudian menghubungi nameserver untuk TLD .com.

TLD server dapat memberikan informasi mengenai authoritative nameserver yang bertanggung jawab terhadap domain:

example.com

3. Query ke Authoritative Nameserver

Resolver kemudian menghubungi authoritative nameserver domain.

Server tersebut dapat memberikan jawaban akhir seperti:

www.example.com. A 192.0.2.10

4. Jawaban Dikembalikan ke Client

Resolver mengembalikan alamat IP tersebut kepada perangkat pengguna dan dapat menyimpannya dalam cache sesuai TTL.

Browser kemudian dapat menggunakan alamat IP tersebut untuk membuat koneksi ke server website.

Apa Itu Root DNS Server?

Root DNS Server adalah bagian awal dari hierarki DNS global. Root server tidak memberikan seluruh jawaban DNS secara langsung, tetapi membantu resolver menemukan nameserver untuk Top-Level Domain yang sesuai.

Secara konseptual:

Root
 ↓
.com
 ↓
example.com
 ↓
www.example.com

Root menjadi titik awal ketika resolver belum memiliki informasi yang diperlukan dari cache.

Apa Itu TLD Nameserver?

TLD Nameserver melayani informasi delegasi untuk domain yang berada di bawah suatu Top-Level Domain.

Contoh TLD antara lain:

.com
.net
.org
.id

Jika resolver mencari example.com, server TLD .com dapat memberikan informasi mengenai authoritative nameserver domain tersebut.

Apa Itu Authoritative Nameserver?

Authoritative nameserver adalah server DNS yang memiliki data authoritative untuk zona tertentu dan dapat memberikan jawaban berdasarkan DNS Record pada zona tersebut.

Contohnya:

example.com. A 192.0.2.10

Jika resolver sudah mencapai authoritative nameserver, server tersebut dapat memberikan informasi DNS yang dibutuhkan sesuai record yang tersedia.

Hubungan DNS Resolver dengan DNS Cache

DNS Resolver biasanya menggunakan cache agar tidak perlu melakukan proses pencarian lengkap untuk query yang sama secara berulang.

Misalnya resolver sudah mengetahui:

example.com → 192.0.2.10

Jika data tersebut masih valid dalam cache, resolver dapat langsung memberikan jawaban kepada client.

Hal ini membuat proses resolusi lebih cepat dan mengurangi beban pada root, TLD, serta authoritative nameserver.

Penjelasan khusus mengenai caching tersedia pada artikel Apa Itu DNS Cache?.

Hubungan DNS Resolver dengan TTL

TTL atau Time to Live menentukan berapa lama jawaban DNS dapat disimpan dalam cache resolver.

Contohnya:

example.com. A 192.0.2.10
TTL: 3600

Resolver dapat menyimpan jawaban tersebut selama 3.600 detik atau sekitar satu jam.

Setelah TTL berakhir, resolver perlu memperoleh data baru ketika query berikutnya dilakukan.

Untuk pembahasan lebih lengkap, baca Apa Itu TTL pada DNS?.

Apa yang Terjadi Jika DNS Record Berubah?

Jika DNS Record berubah pada authoritative nameserver, resolver yang masih menyimpan nilai lama dalam cache dapat tetap memberikan jawaban lama sampai TTL berakhir.

Misalnya:

Record lama:
example.com → 192.0.2.10

Record baru:
example.com → 192.0.2.20

Resolver A mungkin sudah mengambil 192.0.2.20, sedangkan Resolver B masih memiliki 192.0.2.10 dalam cache.

Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab perubahan DNS belum terlihat sama dari semua jaringan.

Apa Itu Recursive DNS Resolver?

Recursive DNS Resolver adalah resolver yang menerima query dari client dan melakukan proses pencarian DNS hingga memperoleh jawaban akhir.

Resolver tersebut dapat disediakan oleh:

  • ISP.
  • Perusahaan atau organisasi.
  • Jaringan internal.
  • Public DNS provider.
  • Server lokal tertentu.

Recursive resolver berbeda dengan authoritative nameserver karena recursive resolver mencari jawaban, sedangkan authoritative nameserver menyediakan data authoritative untuk zona yang dilayaninya.

Perbedaan Recursive Resolver dan Authoritative Nameserver

Keduanya memiliki fungsi berbeda.

Recursive Resolver:

  • Menerima query dari client.
  • Mencari jawaban ke server DNS lain.
  • Menggunakan cache.
  • Mengembalikan jawaban kepada client.

Authoritative Nameserver:

  • Melayani zona DNS tertentu.
  • Menyimpan atau menyediakan DNS Record authoritative.
  • Memberikan jawaban berdasarkan data zona.
  • Tidak bertugas mencari jawaban untuk seluruh internet.

Apa Itu Stub Resolver?

Stub Resolver adalah komponen sederhana pada perangkat atau sistem operasi yang mengirimkan query DNS ke recursive resolver.

Stub resolver biasanya tidak melakukan seluruh proses root → TLD → authoritative sendiri.

Secara sederhana:

Aplikasi
   ↓
Stub Resolver
   ↓
Recursive Resolver
   ↓
DNS Hierarchy

Contoh DNS Resolver Publik

Beberapa layanan menyediakan recursive resolver yang dapat digunakan secara publik.

Contohnya:

8.8.8.8
1.1.1.1
9.9.9.9

Pengguna dapat mengatur resolver tertentu pada perangkat atau jaringan sesuai kebutuhan dan kebijakan keamanan yang digunakan.

Cara Mengecek DNS Resolver dengan dig

Perintah dig dapat digunakan untuk melakukan query DNS melalui resolver yang sedang dikonfigurasi pada sistem.

Contoh:

dig example.com A

Untuk melakukan query melalui resolver tertentu:

dig @8.8.8.8 example.com A

Atau:

dig @1.1.1.1 example.com A

Hasil dapat dibandingkan untuk melihat apakah resolver memberikan jawaban yang sama.

Cara Melihat Proses Root hingga Authoritative dengan dig

Perintah dig +trace dapat digunakan untuk melihat proses delegasi DNS secara bertahap.

dig +trace example.com

Hasilnya dapat memperlihatkan perjalanan query mulai dari root, TLD, hingga authoritative nameserver domain.

Perintah ini sangat berguna untuk troubleshooting masalah delegasi DNS.

Contoh Query Langsung ke Authoritative Nameserver

Jika authoritative nameserver telah diketahui, query dapat dilakukan langsung ke server tersebut.

dig @ns1.example.net example.com A

Langkah ini membantu membandingkan data authoritative dengan jawaban yang diberikan recursive resolver.

Cara Mengecek DNS dengan nslookup

Perintah nslookup juga dapat digunakan untuk melakukan query DNS.

Contoh:

nslookup example.com

Untuk menggunakan resolver tertentu:

nslookup example.com 8.8.8.8

Hasil dapat menampilkan alamat server DNS yang digunakan serta jawaban untuk domain tersebut.

Perbedaan dig dan nslookup

Keduanya dapat digunakan untuk melakukan DNS lookup, tetapi dig biasanya memberikan informasi DNS yang lebih detail dan fleksibel untuk troubleshooting.

nslookup lebih sederhana dan tersedia pada banyak sistem, sehingga cukup praktis untuk pemeriksaan dasar.

Contoh pemeriksaan record tertentu dengan dig:

dig example.com MX
dig example.com TXT
dig example.com NS

Kenapa Dua DNS Resolver Bisa Memberikan Jawaban Berbeda?

Perbedaan dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

  • Salah satu resolver masih memiliki cache lama.
  • TTL belum berakhir.
  • Perubahan DNS baru saja dilakukan.
  • Resolver menggunakan kebijakan filtering tertentu.
  • Konfigurasi split DNS atau geolocation DNS.
  • Masalah delegasi atau authoritative DNS.

Karena itu, perbedaan hasil tidak selalu berarti salah satu resolver rusak.

Apa Itu Split DNS?

Split DNS adalah konfigurasi ketika nama domain yang sama dapat memberikan jawaban berbeda tergantung jaringan atau resolver yang digunakan.

Contohnya, domain internal perusahaan dapat memberikan alamat IP private kepada pengguna internal dan alamat IP public kepada pengguna dari internet.

Dalam kondisi seperti ini, perbedaan jawaban memang disengaja.

DNS Resolver dan DNSSEC

Recursive resolver tertentu dapat melakukan validasi DNSSEC untuk memastikan bahwa data DNS yang diterima memiliki tanda tangan yang valid.

Jika validasi berhasil, resolver dapat menandai jawaban sebagai authenticated.

Jika validasi gagal pada domain yang seharusnya menggunakan DNSSEC, resolver dapat menolak jawaban tersebut.

DNS Resolver dan Privasi

DNS Resolver dapat melihat query DNS yang dikirim melalui layanan tersebut. Karena itu, pemilihan resolver juga berkaitan dengan privasi, keamanan, dan kebijakan logging.

Teknologi seperti DNS over HTTPS dan DNS over TLS dapat mengenkripsi jalur komunikasi antara client dan resolver, tetapi memiliki fungsi berbeda dari DNSSEC.

Kesalahan Umum Saat Troubleshooting DNS Resolver

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Menganggap resolver selalu mengambil data langsung dari authoritative nameserver.
  • Mengabaikan cache dan TTL.
  • Menganggap semua resolver harus selalu memberikan hasil sama.
  • Tidak membandingkan hasil recursive resolver dengan authoritative nameserver.
  • Mengubah DNS Record berulang kali ketika masalah sebenarnya berasal dari cache.
  • Tidak memeriksa delegasi menggunakan dig +trace.

Kesimpulan

DNS Resolver adalah komponen yang menerima query DNS dari client dan membantu menemukan jawaban yang dibutuhkan. Resolver dapat menggunakan cache atau melakukan pencarian melalui hierarki DNS jika data belum tersedia.

Dalam proses recursive resolution, resolver dapat menghubungi root server, TLD nameserver, dan authoritative nameserver hingga memperoleh jawaban akhir. Query dari client biasanya bersifat recursive, sedangkan proses antara resolver dan server DNS lain dapat menggunakan pola iterative.

DNS Cache dan TTL membantu resolver bekerja lebih efisien dengan menyimpan jawaban sementara. Untuk troubleshooting, tools seperti dig, dig +trace, dan nslookup dapat digunakan untuk membandingkan hasil resolver dan memeriksa jalur resolusi DNS.

Pertanyaan Umum tentang DNS Resolver

Apa fungsi utama DNS Resolver?

DNS Resolver menerima query dari client, mencari jawaban DNS jika diperlukan, menggunakan cache jika tersedia, dan mengembalikan hasil akhir kepada client.

Apa perbedaan recursive query dan iterative query?

Recursive query meminta server memberikan jawaban akhir, sedangkan iterative query memungkinkan server memberikan referensi ke server DNS lain yang lebih dekat dengan jawaban yang dicari.

Apakah DNS Resolver sama dengan authoritative nameserver?

Tidak. Resolver mencari jawaban untuk client, sedangkan authoritative nameserver menyediakan data authoritative untuk zona DNS tertentu.

Kenapa resolver masih memberikan IP lama?

Resolver dapat masih menyimpan jawaban lama dalam cache sampai TTL berakhir. Periksa juga authoritative nameserver untuk memastikan record baru sudah benar.

Apa fungsi dig +trace?

dig +trace membantu melihat jalur delegasi DNS mulai dari root server, TLD, hingga authoritative nameserver sehingga berguna untuk troubleshooting.

Apakah mengganti DNS Resolver mengubah DNS Record domain?

Tidak. Mengganti resolver hanya mengubah layanan yang digunakan perangkat untuk mencari informasi DNS. DNS Record authoritative pada domain tetap tidak berubah.

  • 0 Users Found This Useful
Was this answer helpful?

Related Articles

Apa Itu Domain?

Domain adalah nama atau alamat unik yang digunakan untuk mengakses sebuah website di internet. Dengan domain, pengguna dapat membuka website menggunakan nama yang mudah...


Cara Membeli Domain

Membeli domain merupakan salah satu langkah pertama ketika ingin membuat website. Domain adalah alamat unik yang digunakan pengunjung untuk mengakses website, seperti...


Cara Menghubungkan Domain ke Hosting

Setelah membeli domain dan hosting, langkah berikutnya adalah menghubungkan domain ke hosting agar website dapat diakses menggunakan nama domain tersebut. Proses ini...


Cara Mengubah Nameserver Domain

Nameserver merupakan bagian penting dalam sistem DNS yang menentukan server DNS mana yang bertanggung jawab mengelola informasi sebuah domain. Mengubah nameserver biasanya...


Cara Mengarahkan Domain ke IP Server

Cara Mengarahkan Domain ke IP Server Mengarahkan domain ke IP server adalah proses menghubungkan nama domain dengan alamat IP server tempat website atau aplikasi berada....


Apabila ada pertanyaan terkait artikel Apa Itu DNS Resolver? Fungsi, Cara Kerja dan Contohnya, atau ingin request pembuatan artikel lain terkait dengan pembahasan Apa Itu DNS Resolver? Fungsi, Cara Kerja dan Contohnya, Silakan hubungi kami melalui Submit a Ticket


Kembali ke Halaman Knowledgebase