Subdomain adalah bagian tambahan dari domain utama yang dapat digunakan untuk membuat website, aplikasi, blog, toko online, atau layanan tertentu secara terpisah. Misalnya, jika domain utama adalah contoh.com, maka subdomain dapat dibuat menjadi blog.contoh.com atau shop.contoh.com.

Subdomain dapat dibuat melalui panel kontrol hosting seperti cPanel. Prosesnya relatif sederhana, tetapi beberapa pengaturan seperti document root, DNS, dan SSL perlu diperhatikan agar subdomain dapat berfungsi dengan baik.

Contoh Penggunaan Subdomain

Subdomain dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan website. Beberapa contoh yang umum antara lain:

  • blog.contoh.com untuk blog atau pusat informasi.
  • shop.contoh.com untuk toko online.
  • app.contoh.com untuk aplikasi berbasis web.
  • support.contoh.com untuk layanan bantuan pelanggan.
  • dev.contoh.com untuk lingkungan pengembangan atau pengujian.

Dengan subdomain, beberapa layanan dapat dikelola secara lebih terstruktur tanpa harus membeli domain baru.

Cara Membuat Subdomain di cPanel

Pada hosting yang menggunakan cPanel, pembuatan subdomain umumnya dapat dilakukan melalui menu pengelolaan domain. Nama menu dapat sedikit berbeda tergantung versi cPanel dan konfigurasi penyedia hosting.

1. Login ke cPanel

Masuk ke akun hosting kemudian buka cPanel. Setelah masuk, cari menu Domains atau menu Subdomains jika tersedia.

2. Pilih Domain Utama

Pilih domain utama yang akan digunakan sebagai induk subdomain. Misalnya domain utama yang digunakan adalah contoh.com.

3. Masukkan Nama Subdomain

Masukkan nama subdomain yang ingin dibuat. Jika ingin membuat blog.contoh.com, masukkan blog sebagai nama subdomain.

Nama subdomain sebaiknya singkat, mudah dibaca, dan menggambarkan fungsi dari layanan yang akan ditempatkan di dalamnya.

4. Tentukan Document Root

Document root adalah lokasi folder pada server yang digunakan untuk menyimpan file website subdomain.

Contohnya:

/public_html/blog

Jika subdomain menggunakan folder tersebut sebagai document root, file website seperti index.html atau index.php dapat ditempatkan di dalam folder blog.

5. Buat Subdomain

Setelah nama subdomain dan document root sudah benar, simpan konfigurasi untuk membuat subdomain. Hosting kemudian membuat konfigurasi yang diperlukan sesuai dengan pengaturan server.

Bagaimana Subdomain Bisa Diakses?

Setelah subdomain dibuat, alamat tersebut perlu diarahkan ke server yang benar melalui sistem DNS (Domain Name System). Pada sebagian besar hosting, konfigurasi DNS untuk subdomain dapat dibuat secara otomatis ketika subdomain dibuat melalui panel hosting.

Jika DNS dikelola di tempat lain, misalnya melalui layanan DNS eksternal, record untuk subdomain mungkin harus dibuat secara manual.

Pengaturan DNS untuk Subdomain

Salah satu konfigurasi yang umum digunakan adalah A Record. A Record mengarahkan nama subdomain ke alamat IP server.

Contoh konfigurasi:

Type  : A
Name  : blog
Value : 192.0.2.10

Dengan konfigurasi tersebut, blog.contoh.com diarahkan ke alamat IP server yang ditentukan.

Dalam kondisi tertentu, subdomain juga dapat menggunakan CNAME Record apabila perlu diarahkan ke hostname lain.

Apakah Subdomain Harus Menggunakan SSL?

Subdomain sebaiknya menggunakan SSL/TLS sehingga dapat diakses melalui HTTPS. Penggunaan HTTPS membantu melindungi komunikasi antara browser pengguna dan server.

Jika layanan hosting menyediakan SSL otomatis seperti AutoSSL, sertifikat untuk subdomain biasanya dapat diterbitkan secara otomatis setelah DNS mengarah ke server dengan benar.

Perbedaan Subdomain dan Subfolder

Subdomain berbeda dengan subfolder meskipun keduanya dapat digunakan untuk mengelompokkan konten website.

  • Subdomain: blog.contoh.com
  • Subfolder: contoh.com/blog/

Subdomain biasanya digunakan ketika sebuah layanan ingin dipisahkan secara lebih jelas dari website utama. Sementara subfolder sering digunakan ketika konten masih menjadi bagian langsung dari website utama.

Subdomain Tidak Bisa Dibuka

Jika subdomain yang baru dibuat belum dapat diakses, beberapa hal berikut dapat diperiksa:

  1. Pastikan nama subdomain sudah dibuat pada hosting.
  2. Periksa document root dan pastikan foldernya benar.
  3. Pastikan terdapat file website pada document root.
  4. Periksa A Record atau CNAME pada DNS.
  5. Pastikan DNS sudah mengarah ke server yang benar.
  6. Periksa apakah SSL untuk subdomain sudah tersedia.

Berapa Banyak Subdomain yang Bisa Dibuat?

Jumlah subdomain yang dapat dibuat bergantung pada konfigurasi server dan ketentuan paket hosting yang digunakan. Beberapa paket hosting mengizinkan banyak subdomain, sedangkan paket tertentu dapat memberikan batas jumlah domain atau subdomain.

Selain jumlah subdomain, penggunaan resource server juga perlu diperhatikan apabila setiap subdomain menjalankan website atau aplikasi yang berbeda.

Tips Membuat Subdomain

  • Gunakan nama subdomain yang jelas dan mudah diingat.
  • Sesuaikan nama subdomain dengan fungsi layanan.
  • Gunakan document root yang terpisah agar file lebih mudah dikelola.
  • Pastikan konfigurasi DNS mengarah ke server yang benar.
  • Gunakan HTTPS untuk melindungi akses subdomain.
  • Hindari membuat subdomain yang tidak memiliki fungsi atau konten yang jelas.

Kesimpulan

Cara membuat subdomain pada hosting umumnya dimulai dengan masuk ke cPanel, membuka pengaturan domain, memilih domain utama, menentukan nama subdomain, dan menetapkan document root. Setelah itu, pastikan konfigurasi DNS dan SSL sudah sesuai agar subdomain dapat diakses dengan baik.

Subdomain sangat berguna untuk memisahkan blog, toko online, aplikasi, layanan pelanggan, maupun lingkungan pengembangan dari website utama. Dengan struktur yang tepat, pengelolaan website dan layanan dalam satu domain dapat menjadi lebih terorganisir.

FAQ

Apa itu subdomain?

Subdomain adalah bagian tambahan dari domain utama yang digunakan untuk membuat alamat website atau layanan terpisah, seperti blog.contoh.com.

Apakah membuat subdomain harus membeli domain baru?

Tidak. Subdomain dibuat dari domain yang sudah dimiliki sehingga umumnya tidak memerlukan pembelian domain baru.

Apakah subdomain membutuhkan DNS?

Ya. Subdomain perlu dapat diarahkan ke server yang sesuai melalui DNS. Pada sebagian layanan hosting, konfigurasi DNS dapat dibuat secara otomatis.

Apakah subdomain bisa menggunakan SSL?

Ya. Subdomain dapat menggunakan SSL/TLS dan sebaiknya diakses melalui HTTPS.

  • 9641 Users Found This Useful
Was this answer helpful?

Related Articles

Cara Membuat Name Server Sendiri

Name Server atau NS merupakan bagian penting dalam sistem DNS yang berfungsi mengarahkan sebuah domain ke server yang digunakan untuk website atau layanan hosting. Dengan...


Cara Membuat Addon Domain

Addon Domain adalah fitur pada layanan hosting yang memungkinkan Anda menambahkan domain lain ke dalam satu akun hosting. Dengan Addon Domain, beberapa website dengan nama...


Cara Membuat Parked Domain

Park domain adalah fitur hosting yang memungkinkan sebuah domain tambahan menggunakan website yang sama dengan domain utama. Dengan park domain, dua atau lebih nama domain...


Cara Membuat Redirect Domain dengan .htaccess

Redirect domain dengan .htaccess adalah salah satu cara untuk mengarahkan pengunjung dari sebuah domain, URL, atau halaman tertentu ke alamat lain menggunakan konfigurasi...


Cara Membuat Database Mysql di cPanel

Database MySQL merupakan salah satu komponen penting dalam website yang menggunakan sistem dinamis seperti WordPress, aplikasi PHP, toko online, forum, dan berbagai aplikasi...


Apabila ada pertanyaan terkait artikel Cara Membuat Subdomain, atau ingin request pembuatan artikel lain terkait dengan pembahasan Cara Membuat Subdomain, Silakan hubungi kami melalui Submit a Ticket


Kembali ke Halaman Knowledgebase